Membuat Caffe Latte Manual Tanpa Mesin

Membuat Caffe Latte Manual Tanpa Mesin

 


coffee printer murah - Para penikmat kopi, tulisan pertama saya kali ini ingin berbagi tips dan pengalaman saya dalam membuat Coffee Latte manual tanpa mesin. Terkadang di kedai kopi melihat barista membuat kopi dibalik mesinnya hingga dapat menyajikan Latte dengan artnya, sungguh sangat membuat mata kita kagum. Termasuk saya sendiri, tidak dipungkiri rasa penasaran menumpuk dalam benak saya untuk mencoba membuat apa yang barista itu sajikan. Dengan alat kopi manual dan biji kopi pilihan, saya coba membuat Latte tanpa mesin dengan rasa latte yang disajikan tidak kalah dengan menggunakan mesin. Pada dasarnya Latte adalah resep lain dari espreso, yang merupakan perpaduan dari esspreso dengan milk. Sehingga dalam hal ini yang pertama harus dibuat adalah espresso terlebih dahulu. Alat dan bahan yang harus disediakan yaitu :

    Biji Kopi / Nescafe Classic (bubuk)
    Grinder
    French Press
    Timbangan Digital / Scale
    Moka Pot
    Milk Jug
    Susu Murni (Greenfield, Diamond)

Berikut penampakan alat & bahan tersebut :


Biji Kopi Arabica Sumatera Mandheling (medium light)

Disini saya menggunakan biji kopi arabica sumatera mandheling (medium light), karena saya mencari aroma manis kecoklatan / manis bercampur pahit. Saya memilih biji kopi roasting medium light, karena agar tidak terlalu asam dan masih terasa pahit. Menurut saya ini sangat cocok untuk membuat esspreso. Adapun pengalaman ngobrol dengan barista, biji kopi lain yang bisa digunakan adalah Arabica Toraja.


Manual Grinder

Grinder biji kopi, salah satu komponen paling penting dalam membuat kopi. Fungsinya untuk menghaluskan biji kopi. Disini saya menggunakan manual grinder.


French Press (350 ml)

French Press kapasitas 350 ml, saya menggunakan french press untuk melakukan proses steam milk secara manual.


Moka Pot (Kapasitas 6 cup espresso)

Moka Pot ini digunakan untuk membuat espresso. Kapasitas Moka Pot yang saya gunakan maksimal sebanyak 6 cup espresso (ukuran gelas espresso).


Milk Jug (kapasitas 250 ml)

Milk Jug kapasitas 250 ml, digunakan untuk menuang susu hasil steam. Sangat penting menggunakan milk jug, untuk menjaga suhu susu hasil steam manual. Serta mempermudah dalam menuang foam art diatas kopi.


Susu Segar ex. Greenfields

Susu segar sangat bermacam-macam bisa menggunakan merk lain (Diamon, Ultra Milk, Susu rendah lemak (low-fat), bahkan susu kental manis). Namun perlu diketahui, bahwa setiap jenis susu akan memberikan rasa yang berbeda pada minuman yang disajikan, maka dari itu tentukan sesuai selera anda.
Membuat Espresso dengan Moka Pot

Langkah berikutnya, yang pertama dilakukan adalah membuat espresso terlebih dahulu. Disini saya membuat espresso secara manual menggunakan Moka Pot. Berikut Langkah – langkahnya :

     Persiapkan Biji Kopi, ambil timbangan digital / scale dan tentukan takaran biji kopi untuk 2 gelas espresso. Disini saya membuat takaran biji kopi sebesar 25 gram. Sebagai catatan, takaran ini tidak bisa dijadikan acuan. Anda bisa mencoba bereksperimen dengan beragam ukuran sesuai selera.


Timbang Biji Kopi 25 Gram

    Grinder Biji Kopi, masukkan biji kopi yang telah ditimbang ke dalam manual grinder. Sebelumnya setting terlebih dahulu alat grinder agar menghasilkan bubuk kopi berukuran “medium course”/ tidak terlalu halus dan tidak terlalu kasar.


Hasil bubuk kopi, menggunakan manual grinder

    Moka Pot, buka terlebih dahulu bagian dari Moka Pot, masukkan bubuk kopi kedalam wadah filter kopi moka pot. Ratakan sesuai wadah  bubuk kopi pada Moka Pot, usahakan permukaan bubuk kopi merata pada bagian atas dan tidak keluar dari wadah.


    Air, isi pot bagian bawah dari Moka Pot dengan air yang telah dipanaskan terlebih dahulu selama kurang lebih 2 menit. Hal ini guna mempercepat proses ekstrasi pada moka pot, agar tidak terlalu lama. Disini saya mengisi air dengan takaran 100  ml untuk 2 gelas. Asumsi saya, dalam satu gelas espresso (one shot) dengan takaran 50 ml. Setelah pot terisi air, letakkan kembali filter yang terisi bubuk kopi.


    Panaskan Moka Pot, setelah semua komponen moka pot kembali terpasang, mulai panaskan Moka Pot diatas kompor. Disini saya menggunakan media kompor listrik. Selama proses memanaskan, bukalah tutup atas mokapot guna mengetahui proses ekstraksi yang terjadi pada kopi.

    Tuang ke Gelas, setelah proses ekstrasi berakhir, biasanya akan terdengar mendesus pada pot bagian atas dan keluar sisa gelembung kopi. Hal ini menandai bahwa air telah terangkat semua, untuk itu segera matikan kompor dan pindahkan moka pot. Selanjutnya tuang kedalam gelas.

    Panaskan Susu, langkah selanjutnya mulailah membuat steam susu dengan memanaskan susu terlebih dahulu. Disini saya memberi takaran susu sebanyak 300 ml. Panaskan susu menggunakan termometer manual, usahakan tidak melebihi suhu 65 °. Perlu jadi catatan, apabila memanaskan susu melebihi suhu tersebut dapat berakibat menghilangkan cita rasa susu yang seharusnya muncul pada proses steaming. Untuk itu perlunya alat termometer pada proses ini, jika tidak memiliki termometer dapat dipanaskan dalam waktu 2 menit sebagai acuan.

Panaskan susu pada suhu tidak lebih dari 65 derajat

    Steam, tahap selanjutnya adalah memulai proses steam susu secara manual. Disini peran french press sangat membantu dalam membuat steam. Tuangkan susu yang telah dipanaskan kedalam french press, kemudian kocok perlahan menggunakan plunger naik turun. Usahakan tidak terlalu lama dalam mengocok susu, perhatikan sewaktu proses mengocok apabila sudah terbentuk foam tipis segera berhenti. Apabila terlalu lama dalam mengocok, berakibat foam akan terlalu tebal sehingga sulit saat dituangkan.

Proses Steam menggunakan Frenc Press

    Milk Jug, selesai proses steam pada french press, tuang hasil steam ke dalam Milk Jug. Untuk mendapatkan steam yang lebih halus, goyang kan steam dan tamp / ketuk milk jug ke permukaan rata 2 – 3 kali . Hal ini bertujuan agar beberapa gelembung kecil hasil proses steam dapat larut/pecah.


Tuang Hasil Steam susu kedalam Milk Jug

    Tuang dalam gelas, pada tahap ini merupakan akhir dari rangkaian proses membuat latte. Sebuah tahap akhir, yang harus difinishing dengan indah. Milk Jug yang terisi susu steam sudah siap dituang kedalam gelas yang telah terisi kopi. Tuang perlahan sampai ukuran setengah gelas, usahakan jarak gelas dengan milk jug ±5cm dan pertahankan aliran steam yang keluar. Ketika hampir penuh, jeda sebentar dan tuang kembali dengan jarak lebih dekat.

Finally, caffe latte anda sudah siap untuk disajikan!, sekedar pemberitahuan saya bukanlah seorang barista profesional, namun hanya seorang penikmat kopi. Harap maklum apabila hasil latte art saya masih terlihat abstrak tidak seperti seorang barista pro. Saya hanya mencoba bereksperimen sesuai apa yang telah saya pelajari, dan saya baru 3 kali mencoba membuat latte manual. Butuh kesabaran dan kemauan ekstra untuk terus belajar dalam membuat latte art, at least tekstur latte yang saya buat memiliki bentuk walau tidak beraturan…:). Pada dasarnya komposisi susu steam pada Caffe Latte, haruslah tidak terlalu banyak foam (foam hanya tipis saja), serta foam terlihat berkilau.

Demikian sharing kopi saya kali ini, selamat mencoba dan terus bereksperimen. Tetap semangat dan punya kemauan ekstra untuk belajar. Saya sangat senang sekali apabila teman-teman penikmat kopi dapat saling berbagi soal kopi, selain menambah pengetahuan juga dapat kita pelajari bersama tentang kekayaan dan citarasa kopi yang sangat beragam. Setiap orang khususnya penikmat kopi punya cara dan seleranya sendiri untuk menerjemahkan minuman kopi. So, if you never try, you never know!!…salam sruput!!..^_^ - coffee printer murah

Artikel ini telah tayang di :  https://briantaufikw.wordpress.com
dengan Judul :   Membuat Caffe Latte Manual Tanpa Mesin
Penulis : briantaufikw

Posting Komentar

0 Komentar