Bisnis Warung Kopi Sukses
menjadi salah satu pilihan yang tepat jika Anda mempunyai ketertarikan
yang besar terhadap kopi dan ingin berkecimpung di dunia wirausaha.
Apalagi sekarang warung kopi tidak hanya menjadi tempat untuk nongkrong
tapi bahkan sudah menjadi tempat bisnis atau menjalin relasi. Usaha ini
bisa terus bertahan asalkan mempunyai konsep yang unik serta dikelola
dengan manajemen yang baik.
Ada banyak pilihan jika ingin mendirikan suatu usaha yang berbasis kopi.
Tergantung pada sumber daya yang sudah diliki dan perencanaan bisnis
yang matang. Pengalokasian anggaran yang salah hanya akan membuat modal
awal tidak efektif dan mempunyai usaha kedai kopi hanya bisa sebatas
angan yang tidak pernah sampai.
Sumber daya yang harus Anda miliki jika ingin mendirikan usaha kedai
kopi adalah tempat usaha, sumber daya manusia (pengelola dan karyawan),
ketrampilan yang dibutuhkan, dan modal awal Anda. Alokasikan semua
dengan tepat, mana untuk biaya tempat usaha, gaji pegawai, peralatan,
persediaan bahan baku, dan sebagainya.
Ketika modal sudah ada, prioritaskan langsung setiap kebutuhan kedai
yang Anda bangun. Jangan sampai keperluan yang lain belum terpenuhi tapi
modal Anda sudah habis untuk renofasi dan finishingtempat usaha.
Lakukanlah promosi. Pemilihan promosi yang tepat dan anggaran yang
memadai bisa Anda gunakan ntuk mempromosikan usaha kedai kopi Anda.
Stok bahan baku juga perlu menjadi pertimbangan prioritas Anda sebelum
memulai usaha kedai kopi. Pemilihan produsen kopi yang terjamin
ketersediaannya dan selalu menjaga kualitas bisa Anda jadikan rekanan
karena hal ini memegang peranan penting dalam usaha Anda.
Tentukanlah calon konsumen Anda. Ada banyak segmentasi konsumen kedai
kopi, bisa dilihat dari aspek demografis, psikografis (perilaku), usia,
dan lain-lain. Jika dilihat dari segi ekonomi, ada tiga kelompok yaitu
lapisan bawah, menengah dan atas. Dilihat dari segi usia akan bisa
dijadikan tiga lapisan, yaitu anak muda, profesional, dan bisa juga
kalangan tua. Sedangkan dari segi perilaku, sekarang ada banyak macam
orang, misalnya orang yang suka bermain sepak bola, seni, musik, dan
lain-lain. Jika Anda menyasar kalangan muda dan kelas atas, itu adalah
sinyal bahwa Anda mampu membuat target konsumen dengan tepat.
Setelah menetapkan target konsumen kedai kopi yang Anda inginkan, yang
bisa dilakukan selanjutnya adalah mengetahui bagaimana cara
mengalokaikan sumberdaya-sumberdaya yang Anda miliki.
Pelayanan dan cita rasa sebuah kopi adalah ujung tombak dari usaha ini,
apabila kedua hal tersebut tidak diperhatikan maka akan sulit membuat
pelanggan melakukan pembelian kembali ke tempat bisnis kita.
Jika Anda ingin membuka kedai kopi namun terhambat persoalan modal, maka
Anda bisa menggunakan sistem bagi hasil dengan pihak investor. Misalnya
dana yang harus disiapkan oleh calon investor minimal Rp 10 juta. Namun
ini tergantung dari lokasi dan tempat yang akan Anda gunakan. Dana
tersebut kemudian dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan perlengkapan
dan peralatan untuk kedai kopi, tempat, persiapan modal kerja, dan biaya
pemeliharaan teknologi, dan manajemen.
Sewa Tempat 1th Rp.10 .000.000,-
Peralatan Rp. 7.000.000,-
Alat Pembuat Kopi Rp. 1.500.000,-
Lain-lain Rp. _ 1.500.000,- +_
Jumlah Rp 20.000.000,-
2. Perhitungan Laba Tiap Bulan
pemasukan per hari
= Rp.2.000,- per gelas x 50
= 100.000 x 30
= Rp. 3.000.000,- per bulan
3. Pengeluaran Tiap Bulan
Kopi dan bahan lain Rp. 1.500.000,-
Gaji Karyawan @ Rp.600.000,- x 2 Rp. 800.000,-
Biaya Listrik dan lain -lainnya _Rp. 300.000,-+_
Jumlah Rp.
2.600.000,-
4. Laba Bersih Tiap Bulan
Laba bersih = Pemasukan - Pengeluaran
= Rp. 3.000.000 - Rp. 2.600.000
= Rp. 4.00.000,- coffee printer murah
Artikel ini telah tayang di : http://zakimirshad.blogspot.com
dengan Judul : Bisnis Warung Kopi Sukses
Penulis : Zaki Mirshad

0 Komentar